TUGAS BAHASA INDONESIA MINGGU KE-3
Nama :
Aulia Putri Juniar
NIM : 12010031
Kelas : PGMI 6D
Mata Kuliah : Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tugas Minggu ke-3
KESALAHAN
BERBAHASA INDONESIA
A. PENDAHULUAN
Salah satu hambatan dalam proses komunikasi adalah kurangnya
keterampilan berbahasa. Bentuk dari kurangnya keterampilan berbahasa dapat disebabkan
oleh kesalahan-kesalahan berbahasa. Kesalahan-kesalahan berbahasa ini dapat
menghambat kegiatan komunikasi, kecuali dalam hal pemakaian bahasa secara
khusus seperti dalam lawak, iklan-iklan tertentu, ataupun dalam puisi. Dalam konteks
pemakaian bahasa secara khusus, kesalahan-kesalahan berbahasa biasanya memang
disengaja guna untuk memberikan efek lucu bagi penerima atau untuk menarik
perhatian. Walaupun perhatian terhadap kesalahan berbahasa belum begitu banyak,
tetapi pikiran-pikiran tentang kaitan antara kesalahan berbahasa dengan proses
belajar bahasa untuk waktu yang relatif singkat telah banyak mengalami
perkembangan.
B.
KESALAHAN
BERBAHASA INDONESIA
Kesalahan berbahasa adalah suatu peristiwa yang bersifat
inheren dalam setiap pemakaian bahasa baik secara lisan maupun tulis. Baik
orang dewasa yang telah menguasai bahasanya, anak-anak, maupun orang asing yang
sedang mempelajari suatu bahasa dapat melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa
pada waktu mereka menggunakan bahasanya. Namun, jenis serta frekuensi kesalahan
berbahasa pada anak-anak serta orang asing yang sedang mempelajari suatu bahasa
berbeda dengan orang dewasa yang telah menguasai bahasanya. Perbedaan ini
bersumber dari perbedaan penguasaan kaidah-kaidah gramatikal (grammatical
competence) yang pada gilirannya juga menimbulkan perbedaan realisasi
pemakaian bahasa yag dilakukannya (performance). Di samping itu,
perbedaan itu juga bersumber dari penguasaan untuk menghasilkan atau menyusun
tuturan yang sesuai dengan konteks komunikasi (comunicative competence).
Markhamah dan Sabardila (2010) dalam kaitannya dengan
kesalahan berbahasa membedakan antara istilah kesalahan berbahasa (error)
dengan kekeliruan berbahasa (mistake). Adapun pengertian kesalahan
berbahasa adalah penyimpangan yang bersifat sitematis, konsisten, dan
menggambarkan kemampuan peserta didik pada tahap tertentu (yang biasanya belum
sempurna). Sedangkan kekeliruan adalah bentuk penyimpangan yang tidak
sistematis, yang berada pada pemakaian berbahasa atau perilaku berbahasa. Menurut
Dulay, Burt, dan Krashen, paling sedikit ada empat landasan yang dapat
digunakan dalam mengklasifikasikan kesalahan berbahasa. Keempat landasan atau
yang sering dikenal dengan taksonomi, yakni taksonomi kategori linguistik,
siasat permukaan, komparatif; dan taksonomi efek komunikatif.
Dalam bukunya yang berjudul “Common Error in Language
Learning” H.V. George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah
pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (unwanted form)
khususnya suatu bentuk tuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan
guru pengajaran bahasa. Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah
bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai
dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus
dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis
kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan atau kesalahan.
Sebagian besar guru bahasa Indonesia menggunakan kriteria ragam bahasa baku
sebagai standar penyimpangan.
Pengertian kesalahan berbahasa dibahas juga oleh S. Piet
Corder dalam bukunya yang berjudul ”Introducing Applied Linguistics”.
Dikemukakan oleh Corder bahwa yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah
pelanggaran terhadap kode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya bersifat
fisik, melainkan juga merupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan
penguasaan terhadap kode. Si pembelajar bahasa belum menginternalisasikan
kaidah bahasa (kedua) yang dipelajarinya. Dikatakan oleh Corder bahwa baik
penutur asli maupun bukan penutur asli sama-sama mempunyai kemugkinan berbuat kesalahan
berbahasa.
C.
KESIMPULAN
Berdasarkan berbagai pendapat mengenai pengertian
kesalahan berbahasa yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan bahwa kesalahan
berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk atau tuturan berbagai macam kebahasaan
yang meliputi kata, kalimat, paragraf, yang menyimpang dari sistem kaidah
bahasa Indonesia baku, serta pemakaian ejaan dan tanda baca yang menyimpang
dari yang telah ditetapkan dalam buku Ejaan Bahasa Indonesia yang
disempurnakan. Adapun sistem kaidah bahasa Indonesia yang digunakan sebagai
standar acuan atau kriteria untuk menentukan suatu bentuk atau tuturan salah
atau tidak adalah sistem kaidah bahasa baku. Kodifikasi kaidah bahasa baku
dapat dilihat dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
D.
DAFTAR
RUJUKAN
Supriani, Reni, and Ida
Ramadhani Siregar. "Penelitian analisis kesalahan Berbahasa." Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya 3.2 (2012).
Ariningsih, Nur Endah,
Sumarwati Sumarwati, and Kundharu Saddhono. "Analisis Kesalahan Berbahasa
Indonesia dalam Karangan Eksposisi Siswa Sekolah Menengah Atas." BASASTRA 1.1 (2012): 130-141.
Nurwicaksono, Bayu Dwi, and Diah Amelia.
"Analisis kesalahan berbahasa Indonesia pada teks ilmiah mahasiswa." AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2.2 (2018): 138-153.
Komentar
Posting Komentar